Bleaching Gigi Semarang Berapa Harga Bleaching Gigi Semarang?

Bleaching Gigi Semarang Berapa Harga Bleaching Gigi Semarang?


Bleaching Gigi Semarang merupakan dambaan bagi banyak orang. Beberapa orang merasa kurang percaya diri jika giginya berwarna gelap. Bleaching merupakan perawatan gigi yang bertujuan mengembalikan kecerahan warna gigi. Proses pemutihan gigi dilakukan dengan aplikasi bahan hydrogen peroxide atau carbamide peroxide. Gigi dapat mengalami perubahan warna sebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:

 

Merokok

Kandungan tembakau dalam rokok mengakibatkan gigi berwarna gelap. Makanan dan minuman: Kebiasaan mengkonsumsi kopi, teh, dan jenis makanan lain dapat mempengaruhi warna gigi.

 

Obat-obatan

Beberapa jenis antibiotik dapat membuat warna gigi menjadi gelap.

 

Usia

Pada usia lanjut, ketebalan email gigi semakin berkurang karena pemakaian sehingga dentin yang berwarna kuning terlihat lebih jelas.

 

Metode bleaching Semarang

Bleaching Gigi Semarang di praktek dokter gigi (in-office bleaching)

Metode ini dilakukan dengan aplikasi larutan gel peroksida yang diaktifkan dengan sinar khusus. Prosedur ini memakan waktu sekitar 1 jam. Dalam kasus ekstrim, tindakan pemutihan mungkin perlu diulang hingga didapatkan hasil yang memuaskan.

 

Bleaching Gigi Semarang di rumah (home bleaching)

Metode ini memerlukan cetakan (tray) sesuai kontur gigi-geligi pengguna. Gel peroksida yang digunakan disini memiliki kadar lebih rendah. Gel dioleskan pada cetakan kemudian dipasang pada gigi selama beberapa jam setiap malam selama beberapa hari.

Hasil perawatan bleaching dapat bertahan dalam jangka waktu lama. Namun tergantung dari beberapa hal, seperti kebiasaan (merokok, minum kopi atau teh, dll), umur, serta kebersihan mulut.

 

Perlu diperhatikan juga efek samping dari bleaching

Sensitifitas gigi

Gigi yang baru saja diputihkan akan sensitif terhadap suhu maupun sentuhan.

 

Iritasi gusi

Gusi dapat mengalami iritasi akibat kontak dengan bahan peroksida konsentrasi tinggi.

Efek samping tersebut akan hilang setelah beberapa hari.

 

Faktor Yang Menyebabkan Warna Gigi Berubah

Makanan dan minuman

Beberapa jenis makanan dan minuman terbukti mampu membuat warna gigi mengalami perubahan. Perubahan ini terjadi akibat zat yang terkandung pada makanan dan minuman mampu mempengaruhi senyawa pada email gigi. Bahan kimia tertentu seperti pewarna pada makanan atau minuman juga dapat membuat gigi berubah warna. Zat-zat tersebut bisa menempel pada gigi.

 

Ada beberapa makanan dan minuman yang dapat membuat permukaan gigi terlihat kuning atau kecoklatan, diantaranya adalah yang mengandung tanin seperti kopi, teh, minuman soda, minuman beralkohol, makanan bersantan seperti kari, dan buah-buahan seperti beri.

 

Makanan dan minuman tersebut mengandung pigmen yang dapat melekat pada permukaan enamel gigi dan meninggalkan noda sehingga gigi akan terlihat kekuningan/ kecoklatan. Selain itu, minuman lain yang mengandung kadar asam tinggi seperti pada anggur, wine, alkohol, soda atau minuman berenergi juga bisa mengganggu warna gigi.

 

Kebiasaan merokok

Asap rokok yang mengandung tar dapat merubah warna gigi menjadi agak gelap. Kandungan tar atau nikotin yang ada pada asap rokok bisa menumpuk pada lapisan luar gigi. Bila tumpukan ini sudah banyak, maka warna gigi akan menjadi gelap dan mulai menghitam. Oleh sebab itu, menghentikan kebiasaan merokok dapat mencegah warna gigi menghitam.

 

Plak pada gigi

Plak pada gigi bisa mengandung bakteri atau jamur dan inilah yang menjadi penyebab gigi kuning. Dalam jumlah akumulasi tertentu, plak pada gigi akan merubah warna gigi menjadi kehijauan atau sedikit orange.

 

Plak gigi terjadi bisa diakibatkan oleh endapan sisa makanan yang menempel pada gigi. Bila jarang melakukan sikat gigi, maka endapan makanan ini akan menumpuk dan membentuk plak yang bisa menutupi warna asli gigi.

 

Riwayat penggunaan antibiotik

Beberapa antibiotik tertentu seperti penggunaan tetrasiklin bisa membuat warna gigi menjadi kuning kecoklatan atau biru keabuan. Hal ini hanya terjadi bila konsumsi antibiotik tersebut dilakukan pada masa pertumbuhan gigi, sehingga dapat mempengaruhi pembentukan warna asli gigi.

 

Fluorosis

Yakni timbulnya bercak-bercak putih pada gigi yang diakibatkan oleh proses metabolisme fluoride yang berlebih. Bila terjadi dalam waktu yang lama akan dapat mengganggu proses pembentukan enamel gigi. Selanjutnya, warna gigi akan menjadi memiliki bercak-bercak putih atau belang-belang.

 

Genetik

Warna kekuningan pada gigi dipengaruhi oleh genetik. Tingkat ketebalan enamel dan warna gigi orang tua juga mempengaruhi tingkat enamel pada anaknya. Semakin tipis lapisan enamel maka akan semakin mudah warna gigi berubah menjadi kekuningan.

 

Hal tersebut terjadi karena dentin yang merupakan bagian penting dari gigi yang berada di bawah email atau enamel gigi mengeluarkan warna kekuningan atau kecoklatan pada permukaan gigi.

 

Usia

Usia juga menjadi salah satu faktor yang dapat membuat gigi kamu berubah menjadi kekuningan. Semakin menua usia kamu maka lapisan enamel gigi kamu akan mengikis dan menyebabkan warna kekuningan dari dentin akan semakin terlihat kepermukaan.

 

Mekanisme Bleaching Gigi Semarang

Terdapat 2 jenis metode atau prosedur untuk melakukan bleaching pada gigi. Metode atau jenis yang dipilih disesuaikan dengan jenis gigi yang akan di bleaching. Masing-masing metode memiliki ukuran waktu bleaching yang berbeda.

 

Bleaching intra korona (bleaching yang dilakukan pada gigi non vital)

Bleaching jenis ini dilakukan pada gigi yang berubah warna namun tidak pada keseluruhan gigi yang bersifat global.

 

Perubahan warna karena kerusakan gigi seperti gigi yang mati akibat patah, proses karies gigi, kematian jaringan pulpa, diselesaikan dengan metode ini.

 

Untuk melakukan bleaching jenis ini, pertama gigi yang sudah rusak dilakukan perawatan terlebih dahulu. Khususnya perawatan pada saluran akar (perawatan endodontik). Selanjutnya bahan bleaching yakni superoksol (hidrogen peroksida 30-35%) dan sodium perborat akan dimasukkan ke dalam mahkota gigi.

 

Kemudian mahkota akan ditambal sementara. Dibutuhkan beberapa kali perawatan untuk mendapatkan warna gigi putih kembali.

 

Bleaching pada gigi vital (gigi yang masih hidup)

Ini merupakan jenis bleaching yang biasa dilakukan pada gigi normal. Untuk bleaching pada gigi vital ini masih terbagi lagi menjadi 2 bentuk.

 

At Home Bleaching

Metode at home bleaching dilakukan sendiri di rumah. Umumnya menggunakan tray, point-on atau strip. Namun yang paling memberikan hasil sesuai keinginan adalah yang menggunakan tray. Sehingga tray lebih banyak dipilih untuk metode jenis ini.

 

Untuk melakukannya pertama-tama dilakukan pencetakan tray untuk menyesuaikan dengan bentuk gigi dan rahang pasien. Warna gigi pasien akan dicatat untuk mengontrol perubahan warna nantinya selama proses bleaching berlangsung. Penggunaan tray dimaksudkan agar bahan bleaching bisa terfokus hanya mengenai gigi saja tanpa mengenai jaringan lunak seperti gusi dan sekitarnya).

 

Apabila tray sudah tercetak maka penggunaan dan perawatannya tinggal memasang bahan bleaching pada tray, kemudian tray ini tinggal dipasang di gigi. Waktu perawatan sekitar 2-8 jam per hari tergantung dari bahan bleaching yang digunakan.

 

Keseluruhan waktu total yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil gigi putih biasanya bervariasi. Namun rata-rata bisa mencapi sekitar 2 minggu. Pasien hanya harus rutin mengganti bahan bleaching pada tray setiap harinya, dan mengcontrol proses perubahan warna giginya tiap hari.

 

In Office Bleaching

In office bleaching untuk perawatannya ditangani langsung oleh dokter. Metode ini paling cocok bila menginginkan hasil yang cepat. Namun secara biaya lebih mahal. Untuk melakukannya digunakan bahan hidrogen peroksida 35% yang biasa dibantu dengan penyinaran atau dengan bantuan sinar laser.

 

Jenis hidrogen peroksida ini lebih aktif dan efektif daripada bahan karbamid peroksida yang biasa digunakan untuk jenis in home bleaching. Namun penggunaannya harus ditangani langsung oleh dokter gigi karena sensitifitasnya bisa menimbulkan iritasi pada jaringan lunak di sekitar gigi.

 

Adanya bantuan penyinaran atau laser membuat proses oksidasi menjadi lebih cepat. Oleh sebab itu proses penyelesaian bleaching dengan cara ini hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam dalam perawatannya. Sehingga hasil Bleaching Gigi Semarang bisa dirasakan secara langsung.

 

Biaya Bleaching Gigi Semarang

Harga perawatan untuk Bleaching Gigi Semarang variatif tergantung jenis metode yang digunakan serta hasil seperti apa yang diinginkan. Untuk harga perawatan paling murah sekitar Rp. 300 – 400 ribu.

 

Pada in office bleaching, harga perawatan regular sekitar Rp. 2.500.000 – Rp 3.000.000. Namun bila membutuhkan penyinaran atau penggunaan laser, biaya akan bertambah hingga mencapai Rp 4.000.000 dalam satu kali perawatan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.