Perbedaan Veneer Dan Bleaching Gigi Mana Perawatan Yang Tepat?

Perbedaan Veneer Dan Bleaching Gigi Mana Perawatan Yang Tepat?


Memiliki senyum menawan dengan gigi putih yang berjejer rapi tentu jadi dambaan banyak orang. Belakangan ini tren Veneer Dan Bleaching Gigi, merapikan dan memutihkan gigi semakin berkembang, tak cuma selebriti namun tren ini menjalar hingga kalangan remaja.

 

Beberapa treatment yang cukup populer untuk menciptakan senyum cemerlang adalah Bleaching dan Veneer, mungkin Anda sering mendengarnya, bahkan banyak yang beranggapan bahwa dua treatment perbaikan gigi ini adalah sama. Benarkah demikian? Spesialis Gigi drg Rezky Floura mengatakan bahwa kedua treatment tersebut sangatlah berbeda.

 

Perbedaan Veneer Dan Bleaching Gigi

Bleaching adalah proses pemutihan gigi yang menggunakan bahan pemutih khusus untuk gigi, sedangkan Veneer adalah prosedur perawatan gigi yang dilakukan dengan proses preparasi atau mengasah gigi.

 

Rezky menjelaskan, treatment bleaching dilakukan untuk gigi yang sudah berubah warna, biasanya gigi non vital atau bahkan gigi yang sudah mati. 

 

Dewasa ini, gigi yang putih menjadi penunjang untuk tampil lebih sempurna. Banyak pasien baik wanita maupun laki-laki ingin merubah warna giginya menjadi lebih putih. Dalam kedokteran gigi, terdapat dua perawatan yang dapat dipilih untuk kasus dimana pasien menginginkan warna giginya menjadi lebih putih.

 

Namun, apasih Perbedaan Veneer Dan Bleaching Gigi?

Bleaching merupakan prosedur memutihkan gigi menggunakan bahan aktif seperti Hidrogen Peroksida. Terdapat dua jenis bleaching, yaitu in-office dan home bleaching. In-office bleaching dilakukan di klinik gigi oleh dokter gigi dan home bleaching dilakukan di luar klinik oleh pasien sendiri.

 

Perubahan warna dengan menggunakan perawatan bleaching akan menghasilkan warna gigi yang lebih putih natural yang bersifat sementara. Warna putih yang dihasilkan dari perawatan bleaching dapat bertahan kurang lebih 4-6 bulan tergantung pada makanan, minuman, dan kebiasaan pasien. Perawatan ini dapat dilakukan 2-3 kali dalam setahun. 

 

Berbeda dengan bleaching, perawatan veneer adalah prosedur yang dapat merubah bentuk dan warna gigi dengan cara melapisi permukaan terluar dari gigi. Selain itu, veneer juga dapat dilakukan untuk menutup diastema / celah dan memperbaiki posisi gigi pada beberapa kasus.

 

Jenis Veneer Direct Dan Indirect

Untuk veneer direct, pembuatannya dilakukan langsung di mulut pasien dengan menggunakan bahan resin komposit sedangkan untuk veneer indirect membutuhkan proses pembuatan di laboratorium dan menggunakan bahan porcelain.

 

Baik veneer direct maupun indirect membutuhkan prosedur pengambilan sebagian jaringan gigi untuk menyediakan ruang bagi bahan veneer. Sehingga hasil akhir veneernya tidak terlalu tebal.

 

Warna gigi pada veneer bisa ditentukan sesuai dengan keinginan Dentalosophers dan relatif lebih stabil dibandingkan bleaching. Untuk daya tahannya, veneer direct dapat bertahan hingga 2-3 tahun sedangkan veneer indirect dapat bertahan hingga kurang lebih 10 tahun.

 

Namun, tidak semua kasus gigi dapat dilakukan perawatan veneer, terdapat beberapa indikasi dan kontraindikasi dari perawatan ini. Nah, sebelum melakukan prosedur ini sebaiknya Dentalosophers berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi untuk mengetahui perawatan manakah yang terbaik untukmu.

 

Tim dokter gigi Dentalosophy akan memberikan rekomendasi manakah perawatan yang tepat untuk kamu!

 

Tujuan Bleaching Dan Veener

Kalau bleaching itu tujuannya coloring, yang tadinya kusam atau mati. Nah, kalau veener itu dilapisin giginya dan dikasih tambelan,” tutur drg Hari Sunarko, SpPerio(K).


Veener gigi merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan tren gigi kelinci. dr Hari menyampaikan bahwa proses pembentukan veener gigi dapat disesuaikan dengan selera yang diinginkan.

Veener gigi bisa request sesuai selera, kalau mau bikin gigi kelinci tinggal sizenya aja yang di tambah, biasanya dibuat lebih panjang dari gigi asli.

Namun, hati-hati lho, jika kamu tidak bisa menjaga kebersihan mulut dengan baik, dr Hari menyarankan sebaiknya tidak melakukan bleaching ataupun veener gigi, karena risikonya bisa menyebabkan gigi berlubang, patah, hingga lepasnya lapisan veener-nya.

 

Dunia kecantikan semakin berkembang baik dari sisi teknologi maupun praktiknya. Tindakan aestetik sering dilirik untuk opsi cantik tanpa ribet. Salah satunya adalah veneer gigi. Veneer gigi adalah tindakan aestetik yang dikerjakan oleh dokter gigi untuk memperbaiki warna, bentuk dan posisi gigi.

 

Selain itu, ada pula prosedur tindakan whitening dental atau bleaching, yang menjadi pilihan selain veneer untuk memutihkan gigi dan membuat tampilannya lebih rapi.

 

Resiko Veneer Dan Bleaching Untuk Memutihkan Gigi

Chia Stylo.ID berkesempatan untuk mewawancarai pakar gigi, drg. Jeffry Susanto mengenai hal ini. Mengikuti tren perawatan aestetik gigi, veneer dan bleaching menjadi prosedur perawatan yang paling digemari.

 

Veneer bisa merubah bentuk susunan gigi pasien, misalnya bikin gigi kelinci atau taringnya panjang. Warnanya bisa request, mau putih natural atau putih banget juga bisa,” ujar drg. Jeffry Susanto.

 

Ada dua alternatif jenis veneer gigi, yang pertama adalah direct menggunakan bahan tambalan dan indirect menggunakan porselen. Veneer bisa jadi alternatif selain kawat gigi, untuk perbaiki gigi yang patah dan rusak serta menutup rongga gigi.

 

Veneer Dan Bleaching Bisa Memperbaiki Gigi

Namun, veneer gigi dalam penggunaannya ini seumur hidup, dimana jika gigi kamu dikikis, bentuknya tak akan kembali seperti semula. Setelah di-veneer, mungkin rasanya akan sedikit tebal dan tidak nyaman, ditambah pasien dilarang makan makanan yang teksturnya keras. Cara mengunyah pun harus diatur.

 

Sedangkan bleaching, tidak merubah bentuk gigi namun hanya mengembalikan warna dasar gigi. Dapat dilakukan maksimal 2 kali setahun. Prosedurnya disinari, memakai gel tapi tidak permanen.

 

Dalam proses bleaching, dokter dapat meresapkan cetakan dan dapat dipakai sendiri dirumah dengan cara didiamkan selama 8 jam. Setelah di-bleaching, pasien harus memerhatikan pola makannya dan kalau minum harus menggunakan sedotan.

 

Untuk pengulangan bleaching pun jangka waktunya setahun hingga 2 tahun, hanya boleh 2 kali. Kalau terlalu sering nanti pori-pori gigi terbuka bisa ngilu dan sensitive.

 

Biaya Bleaching Atau Pemutihan Gigi

Rumah Sakit/Klinik Gigi

Biaya Bleaching

Dokter Anggi Dental Clinic

Rp2.450.000

RSI Jemursari Surabaya

Rp2.500.000

RSU Bunda Margonda Depok

Rp3.500.000

RS Mulya Tangerang

Rp3.795.000

 

Biaya Veneer Gigi 

Di rumah sakit swasta di Indonesia, biaya veneer gigi dapat dimulai dari Rp. 650.000 hingga lebih dari Rp. 5.000.000 per gigi. Dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan yang tidak terduga, yaitu sekitar 20-30% dari biaya yang diperkirakan.

 

Apakah gigi veneer bisa di bleaching?

Gigi yang diveneer, tidak bisa di bleaching. Bahan pemutih tidak akan bisa masuk kedalam pori-pori veneer dan memutihkannya. Tidak apa-apa jika anda tetap mau bleaching gigi yang lainnya, namun hasilnya akan berbeda dengan gigi yang diveneer.

 

Apa sebutan untuk memutihkan gigi?

Pemutih gigi atau bleaching gigi adalah salah satu metode memutihkan gigi yang dipercaya dapat mencerahkan dan membuat warna gigi terlihat lebih putih cemerlang dari sebelumnya. Namun sebenarnya, manfaat bleaching gigi ini tidak efektif dirasakan pada semua warna gigi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.