Gigi Kelinci Untuk Wajah Bulat Bisa Bertahan Sampai 10 Tahun

Gigi Kelinci Untuk Wajah Bulat Bisa Bertahan Sampai 10 Tahun

Sejauh ini, Gigi Kelinci Untuk Wajah Bulat dihiasi dengan gigi putih yang berjejer genap. Karena itulah banyak orang yang selama ini memiliki ‘gigi kelinci’ merasa terganggu dengan penampilannya.

 

Namun uniknya, tren gigi kelinci atau bunny teeth akhir-akhir ini justru populer di kalangan selebriti Indonesia. Lantas, mengapa seseorang bisa memiliki gigi kelinci? Dan apakah kondisi ini bisa diperbaiki?

 

Gigi Kelinci Untuk Wajah Bulat

Gigi Kelinci Untuk Wajah Bulat setiap orang pada dasarnya tidak sama. Ada yang terlahir dengan deretan gigi yang rapi dan sama besar, ada juga yang tidak.

 

Perbedaan ukuran ini terlihat jelas dibandingkan dengan gigi di sekitarnya. Jadi, penampilan giginya akan benar-benar terlihat seperti kelinci.

Gigi Kelinci Untuk Wajah Bulat Bisa Bertahan Sampai 10 Tahun
Gigi Kelinci Untuk Wajah Bulat

Apa itu gigi kelinci?

Gigi kelinci adalah bentuk dan ukuran dua gigi depan pada rahang atas yang lebih besar dan panjang dari gigi lainnya dengan cara mengarsip atau mencukur gigi.

 

Dalam dunia medis, orang yang giginya lebih besar dari rata-rata orang lain seusianya dikatakan memiliki kondisi makrodonsia. Macrodontia adalah istilah yang menggambarkan kelainan pada bentuk gigi. Kondisi ini tidak dianggap sebagai gangguan yang mengkhawatirkan, melainkan bentuk gigi yang khas.

 

Penderita macrodontia sering memiliki 1-2 Gigi Kelinci Untuk Wajah Bulat. Terkadang dua gigi juga bisa tumbuh bersama dan membentuk satu gigi yang sangat besar. Dalam kasus lain, satu gigi bisa tumbuh besar secara tidak normal.

 

Jenis-jenis makrodontia

Macrodontia memiliki beberapa jenis, yaitu:

  1. Makrodonsia lokal atau regional. Hanya ada satu gigi yang lebih besar di satu lokasi atau di satu sisi mulut.
  2. Makrodonsia umum. Semua gigi di mulut lebih besar dari gigi manusia normal. Kondisi ini jarang terjadi.
  3. Makrodonsia yang relatif umum. Gigi yang mungkin berukuran normal tampak lebih besar karena ukuran rahang yang kecil.

 

Penyebab gigi kelinci (makrodontia)

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab gigi kelinci. Meski begitu, para ahli meyakini bahwa ada banyak faktor yang bisa membuat seseorang lebih berisiko terkena makrodontia. Beberapa di antaranya adalah:

2 Dokter Gigi Di Makassar Yang Menerima BPJS Buka 24 Jam

1. Genetika

Faktor keturunan atau genetik bisa menjadi faktor utama seseorang memiliki gigi kelinci. Jika kakek-nenek atau orang tua Anda memiliki gigi kelinci, Anda juga berisiko tinggi mengalaminya.

 

Menurut para ahli, mutasi genetik yang mengatur pertumbuhan gigi dapat menyebabkan dua gigi depan atas menjadi lebih besar dan lebih panjang. Bahkan, mutasi genetik juga bisa menyebabkan gigi Anda terus tumbuh.

 

2. Gangguan tertentu

Dalam beberapa kasus, macrodontia bisa dialami oleh orang yang memiliki kondisi atau kelainan fisik tertentu. Beberapa kondisi yang sering dikaitkan dengan mikrodonsia meliputi:

  1. Sindrom KBG: menyebabkan pertumbuhan gigi yang cenderung lebih besar dari biasanya. Pengidap sindrom KBG juga sering mengalami keterbelakangan mental, fitur wajah yang lebar, dan kelainan tulang.
  2. Hiperplasia hemifasial: menyebabkan pembesaran jaringan dan tulang pada satu sisi wajah dan kepala. Biasanya, orang dengan kondisi ini memiliki gigi besar hanya di sisi wajah yang terkena.
  3. Gigantisme hipofisis: menyebabkan pertumbuhan tulang abnormal dan ketidakseimbangan hormon. Kedua hal ini diyakini oleh para ahli dapat menyebabkan pertumbuhan dan ukuran gigi yang tidak teratur.

3. Ras

Studi ini menemukan bahwa kasus macrodontia lebih sering terjadi pada orang Asia, Amerika, dan Alaska.

 

Selain ras, jenis kelamin juga menjadi faktor risiko kondisi ini. Dalam kebanyakan kasus, pria lebih mungkin mengembangkan makrodontia daripada wanita. Namun, tidak diketahui secara pasti mengapa ras dan jenis kelamin menjadi faktor risiko makrodontia.

 

Komplikasi makrodontia yang perlu diwaspadai

Komplikasi macrodontia akan tergantung pada lokasi dan ukuran gigi yang bermasalah. Dalam banyak kasus, gigi depan yang terlalu besar dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang. Perbedaan penampilan fisik adalah salah satu komplikasi makrodontia yang paling jelas dan nyata.

 

Tak jarang, gigi depannya yang terlalu panjang mencuat, sehingga menyulitkan pemiliknya untuk menutup mulutnya rapat-rapat. Gigi depan yang besar juga bisa membuat Anda sulit untuk menggigit atau mengunyah makanan. Akibatnya, mereka akan lebih rentan mengalami masalah pencernaan.

 

Orang yang memiliki Gigi Kelinci Untuk Wajah Bulat mungkin juga akan kesulitan berbicara karena lidahnya sering tergigit atau tersumbat oleh gigi. Selain itu, bentuk dan ukuran gigi yang mungkin tidak rata juga dapat menyebabkan masalah pada tulang rahang dan persendian. Gangguan pada tulang rahang dapat menyebabkan nyeri ringan hingga ekstrim.

 

Jika gigi abnormal tumbuh di sisi pipi, Anda akan kesulitan membersihkannya. Hal ini memungkinkan sisa makanan, plak, dan bakteri menumpuk di sana dan memicu berbagai masalah. Jika tidak dirawat dengan baik, orang dengan kondisi ini rentan terhadap kerusakan gigi yang parah.

 

Pilihan pengobatan untuk makrodontia

Secara umum, gigi kelinci tidak memerlukan perawatan khusus jika tidak menimbulkan masalah yang berarti bagi Anda.

 

Namun jika bentuk gigi yang unik ini membuat Anda kurang percaya diri, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter gigi. Dokter gigi dapat mendiagnosis makrodontia dengan melakukan pemeriksaan gigi dan rontgen gigi.

 

Jika diperlukan, dokter gigi dapat melakukan tes laboratorium untuk memastikan diagnosis. Dengan begitu, dokter gigi bisa menentukan perawatan terbaik sesuai kondisi Anda. Berikut beberapa pilihan perawatan untuk memperbaiki bentuk gigi yang terlalu besar:

 

1. Cabut gigi

Dalam kasus tertentu, dokter dapat mencabut gigi besar dan menggantinya dengan gigi palsu. Dengan begitu, Anda tidak perlu malu lagi untuk memamerkan deretan gigi saat tersenyum.

 

Prosedur ini biasanya dilakukan oleh ahli bedah mulut. Ahli bedah mulut dapat menghilangkan gigi bermasalah dengan atau tanpa operasi. Pembedahan biasanya diperlukan jika mahkota gigi miring atau patah.

 

Anda biasanya akan diberikan anestesi lokal sehingga Anda tidak merasakan sakit selama prosedur. Setelah pencabutan gigi, gusi di mana masalah gigi berada akan berdarah. Dokter akan memberi Anda kapas dan meminta Anda untuk menggigitnya di lokasi gigi yang dicabut. Cara ini digunakan untuk menghentikan pendarahan.

 

Ketika efek anestesi telah hilang, Anda mungkin juga merasakan perih, nyeri, atau sensasi kesemutan. Obat pereda nyeri seperti parasetamol dan ibuprofen dapat diberikan untuk membantu meredakan sensasi nyeri pasca pencabutan gigi.

 

2. Pasang kawat gigi

Kawat gigi dan retainer dapat membantu merapikan gigi yang berantakan. Kedua perawatan ini dapat meratakan gigi yang berjejal sehingga gigi depan Anda akan tampak lebih kecil.

 

Kawat gigi dapat dipasang pada usia berapa pun. Dengan catatan, gigi dan gusi Anda dalam keadaan sehat. Seperti halnya prosedur medis lainnya, Anda mungkin mengalami rasa sakit dan ketidaknyamanan setelah pemasangan kawat gigi. Umumnya, rasa sakit ini berlanjut selama beberapa hari ke depan.

 

Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas di apotek atau toko obat dapat membantu mengurangi rasa sakit di mulut. Namun, pastikan Anda mengonsumsi obat penghilang rasa sakit sesuai dosis yang dianjurkan.

 

Selalu baca petunjuk penggunaan sebelum Anda minum obat jenis apa pun. Durasi pemakaian behel untuk setiap orang bisa berbeda-beda. Namun, Anda perlu memakai kawat gigi selama kurang lebih dua tahun untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Harga Behel di Casadienta, Coba Perawatan Dental Spa 500K

3. Membentuk ulang gigi

Rekonturing gigi adalah prosedur kosmetik untuk memperbaiki bentuk gigi kelinci. Prosedur ini melibatkan penambalan gigi. Seorang dokter gigi akan mengikis sedikit email Anda (lapisan terluar gigi Anda) dengan amplas khusus.

 

Pengamplasan ini bertujuan untuk menghaluskan dan mengoreksi ukuran gigi Anda yang terlalu besar. Akibatnya, gigi kelinci Anda akan terlihat lebih kecil.

 

Sayangnya, tidak semua orang dengan gigi kelinci dapat melakukan prosedur ini. Enamel gigi yang terkikis dapat mengekspos bagian dentin. Dentin adalah lapisan tengah gigi yang berisi pembuluh darah dan serabut saraf.

 

Jika Anda sebelumnya memiliki gigi sensitif, prosedur ini dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat dan kerusakan gigi permanen. Oleh karena itu, dokter perlu melakukan rontgen untuk memastikan bahwa gigi Anda cukup sehat untuk prosedur ini.

 

4. Membuat gigi kelinci dengan veneer

Gigi kelinci yang disebabkan oleh macrodontia bukanlah kondisi yang sangat umum. Melansir Healthline, diperkirakan hanya sekitar 2 persen dari populasi dunia yang gigi permanennya disebabkan oleh macrodontia.

 

Meski begitu, Anda mungkin pernah melihat orang yang senyumnya didominasi oleh gigi depan yang besar.

 

Bahkan, saat ini tren Gigi Kelinci Untuk Wajah Bulat sedang banyak diminati. Bagi sebagian orang, memiliki gigi kelinci justru meningkatkan senyum dan membuat wajah terlihat lebih awet muda.

 

Tak heran jika cukup banyak orang yang rela melakukan banyak cara untuk mendapatkan bentuk gigi seperti kelinci. Jika Anda salah satunya, veneer gigi bisa menjadi solusinya.

 

Veneer adalah prosedur yang bertujuan untuk memperbaiki penampilan gigi depan. Veneer sendiri merupakan cangkang tipis yang berfungsi untuk melapisi permukaan gigi. Lapisan buatan ini dapat memperbaiki penampilan gigi yang rusak, tidak proporsional, atau berubah warna.

 

Pasang veneer gigi kelinci hanya di dokter gigi profesional

Jika Anda berencana untuk mendapatkan veneer untuk Gigi Kelinci Untuk Wajah Bulat, pahami terlebih dahulu manfaat dan risiko dari prosedur ini. Untuk veneer, dokter Anda akan mengikis beberapa milimeter dari email gigi Anda.

 

Oleh karena itu, prosedur ini umumnya tidak boleh dilakukan bagi Anda yang memiliki gigi sensitif. Orang yang memiliki gigi bengkok memiliki gigi yang terlalu tumpang tindih atau terlalu maju, atau yang memiliki kerusakan gigi yang parah juga tidak boleh memiliki veneer.

 

Perlu diketahui juga bahwa warna veneer tidak dapat diubah setelah dipasang. Warna alami veneer sendiri bisa bertahan sekitar 5-10 tahun, sedangkan warna alami gigi sekitar bisa berubah lebih cepat dari itu.

 

Lapisan veneer dapat bergeser posisi, menjadi berlendir, atau menjadi kasar yang kemudian dapat memicu kerusakan pada gigi di sekitarnya. Tidak berhenti sampai di situ, prosedur ini juga bisa mempersulit pembersihan gigi dan membuat gusi lebih rentan terhadap iritasi.

 

Penutup

Oleh karena itu, bagaimana Anda mendeskripsikan Gigi Kelinci untuk Wajah Bulat? Sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum memutuskan untuk memasang veneer gigi. Pasang veneer di dokter gigi yang profesional dan berpengalaman di bidangnya. Pastikan manfaat gigi kelinci yang Anda dapatkan lebih besar daripada risikonya.

 

Sumber: penainside.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.